Assalamu'alaikum...

Assalamu'alaikum...

Monday, December 26, 2011

Dream High

  Ada banyak rintangan, kekesalan, cacian, kebahagiaan, pujian, penghargaaan dalam hidup ini. Setiap orang pasti pernah merasakannya, walaupun seorang raja, kaisar, sultan ataupun seorang presiden terkenal sekalipun. Maka munafiklah! orang-orang yang tak pernah mengakuinya. Kita cenderung merasa malang akan hidup yang kita jalani. Tapi ada juga segelintir orang yang merasa beruntung akan hidupnya. Tapi, bagiku, malang maupun beruntung bukanlah sesuatu yang penting. Yang terpenting itu adalah bagaimana kita selalu bersyukur kepada Tuhan akan semua yang kita dapatkan sambil terus berprestasi dalam menjalani hidup ini. Berprestasi disini bukanlah sesuatu yang selalu berkaitan dengan nilai akademik yang bagus atau penghargaan. Melainkan bagaimana kita bisa selalu melakukan sesuatu yang lebih baik dari sebelumnya, walaupun itu hanya hal kecil. Contohnya, jika kemarin kita masih membuang sampah sembarangan, maka hari ini kita harus bisa membuang sampah pada tempatnya. Dan itu sudah merupakan sebuah prestasi berharga yang telah kita lakukan. Selanjutnya kita tinggal melakukannya lagi terus dan terus secara konsisten.

  Malam ini aku menonton sebuah film yang memiliki cerita yang sangat luar biasa menurutku. Aku tersadar setelah menonton film tersebut tentang sebuah realita dari apa itu "prestasi" "bakat"  "kasih sayang" "perjuangan" "harapan" "seorang anak" dan "Parents". Aku tersadar begitu banyaknya kesalah pahaman diantara kita para manusia. Sebelumnya, aku ucapkan TERIMA KASIH kepada Khasna yang telah menawarkanku film tersebut untukku tonton. Arigato Gozaimasu....

   Kita sebagai seorang manusia takkan pernah luput dari kata salah, dosa. khilaf, dan kebaikan. Dulu ketika aku  kecil, aku hanya tahu bahwa semua manusia itu BAIK. Tapi seiring bertambahnya waktu, dan usiaku, aku tahu bahwa manusia itu ada yang baik dan ada yang jahat. Dan waktu terus berputar, begitu banyak jenis manusia yang telah kukenal. Dan penilaianku kembali berubah tentang manusia. Bagiku, semua manusia itu jahat, tidak perduli siapapun dia, yang pasti semuanya jahat!!! Walaupun keluargaku sendiri dan aku sendiri. Yang ada di otakku saat itu adalah hanya Tuhan yang baik. Tapi sekarang, bagiku semua orang itu bisa baik dan bisa jahat tergantung dari diri mereka sendiri, karena pada setiap manusia telah ada malaikat dan setan yang akan mendampingi. Jika kita memilih malaikat, maka saat itu juga setan tersingkir dan ia akan terus berusaha membujuk kita agar memilih dia dan meninggalkan malaikat. Tapi, jika kita tetap konsisten bersama malaikat, maka kebaikan dan kebaikanlah yang kita dapat dan lakukan. Dan kebaikan itulah adalah PRESTASI!

   Aku adalah manusia yang dilahirkan tepat tanggal 13 Juli 1990, malam jum'at. Bagi beberapa orang tanggal kelahiranku termasuk tanggal sial karena jatuh pada tanggal 13. Tapi aku tidak perduli tentang itu, bagiku itu anggapan yang lumrah terjadi. Mereka mendeskriminasikan sebagian orang karena tanggal lahirnya. Ini sesuatu perbuatan yang jahat bagiku dan memperbodohi otak kita sebagai manusia. Bagiku semua tanggal adalah baik.

   Ketika aku masuk sekolah dasar, aku terlihat sangat polos dan pemalu. Aku masih ingat, rangking pertamaku di sekolah dasar adalah rangking 6. Saat tiba di rumah sehabis bagi raport di sekolah dengan bangganya dan hati senang aku bilang pada mama bahwa aku mendapat rangking 6. Tapi waktu itu, mama hanya terdiam tanpa reaksi senang atau kesal. Lebih tepatnya mamaku tidak perduli. Aku bingung letak salahnya dimana, mengapa mamaku tidak bahagia?

   Hingga akhirnya ketika aku duduk di kelas 2 SD, aku mendapat rangking 1 di kelas. Ketika aku perlihatkan raportku, aku bisa melihat betapa bahaginya kedua orangtuaku melihat hasil belajarku. Dan saat itu akupun menyadari alasan mengapa mamaku tidak bahagia ketika aku mendapat rangking 6 di kelas satu SD. Ya, karena yang terbaik adalah rangking 1 bukan rangking 6. Namun disini bukan masalah rangking terbaiknya, tapi bagaimana usaha yang kita lakukan untuk mendapatkan yang terbaik dengan cara yang baik sehingga disebut prestasi. Tapi aku ingin jujur satu hal, sebenarnya sampai sekarang aku masih bingung bagaimana bisa dulu ketika SD aku mendapatkan rangking 1? Padahal aku tidak pernah belajar, mencontek saat ujianpun tidak. Itu semua murni jawaban dari otakku. Pekerjaanku saat itu hanya bermain dan terus bermain dan sangat jarang sekali belajar. Malah mamaku mengatakan aku tidak pernah belajar hanya bermain saja. Tapi satu hal yang pasti, aku bisa mendapatkan rangking 1 tanpa belajar setelah aku bermimpi menangkap bulan purnama dengan ukuran yang besar sekali kemudian aku memeluk bulan itu lama sekali sampai akhirnya aku melepaskan bulan itu. Dan bulan itupun naik secara perlahan ke langit seperti balon gas yang dilepas ke udara. Namun tiba-tiba, bulan itu jatuh kembali kebumi ketika aku berharap ingin memeluknya sekali lagi. Saat bulan itu jatuh kebumi, aku melihat dua teman sebayaku mencoba untuk mengambil bulan itu. Mereka berlari berusaha saling mendahului. Saat itu aku berharap bahwa aku yang akan mendapatkan bulan itu lagi bukan mereka. Dan akupun ikut berlari mengejar bulan itu. Anehnya, bulan itu jatuh tepat didepan rumahku sehingga aku tak perlu berlari kencang untuk mendapatkannya. Akhirnya, aku berhasil mendapatkan bulan itu. Langsung ku peluk bulan itu erat-erat dan berjanji tidak akan melepaskannya lagi. Setelah itu ku bawa bulan itu masuk kedalam rumahku. Tiba-tiba cahaya bulan itu menerangi seluruh ruangan dirumahku. Dan aku tersentak bangun dari mimpiku.
Sejak bermimpi tentang bulan itu, sejak itu pula aku tiba-tiba menjadi anak pintar di sekolahku. Aku terus berprestasi dan berprestasi hingga mendapatkan beasiswa berkali-kali, prestasi akademik itu terjadi sampai aku duduk di kelas 1 SMA. Tapi ketika aku duduk dikelas 2 SMA, semua kecerdasan, prestasi ademik yang aku miliki seakan hilang tanpa jejak. Dan saat itu pula aku  dikenal sebagai salah satu siswa yang tak berprestasi atau siswa tidak pintar di SMA sampai aku duduk di semester 5 Perguruan Tinggi (kondisiku saat ini).

   Dan malam ini aku tersadar akan mimpi bulan itu lagi. Aku percaya bahwa bulan dalam mimpiku  itu lambang dari kecerdasan, kepintaran, kejeniusan dan prestasi yang aku miliki.
Bulan itu pernah meninggalkanku dan terbang menuju langit. Tapi pada akhirnya bulan itupun jatuh kembali dalam pelukanku ketika aku mengharapkannya dengan serius. Itu berarti selama ini aku telah melalui hari-hariku tanpa prestasi. Aku cenderung telah menyia-nyiakan waktuku dan diriku sendiri.

   Tapi, malam ini, setelah menonton film itu. Aku tersadar kembali akan diriku sendiri. Akan harapan orang-orang yang menyayangiku, akan harapan bapakku dan mamaku yang murni dalam hati mereka bahwa mereka ingin aku lebih baik dari mereka berdua dan ingin agar aku selalu berprestasi. Agar aku menjadi orang yang berguna dan berhasil mewujudkan impianku sendiri.

  Karena itu aku sudah bulatkan tekad untuk tidak menyia-nyiakan lagi  harapan kedua orangtuaku. Aku berjanji aku akan lebih giat lagi belajar dan terus belajar sehingga menjadi manusia yang selalu berprestasi. Aku akan penuhi janjiku kepada almarhum bapakku yang telah meninggal dunia. Bahwa aku akan buktikan bahwa aku bisa menjadi seorang arsitek dan ahli struktur bangunan terkenal. Dimana dengan ilmuku itu aku bisa terus berprestasi untuk semuanya. karena itu ya Allah, aku mohon bantuan-Mu. Tidak ada daya upaya selain dengan pertolongan-Mu. Ya Allah, tolong bimbing aku menuju impianku dan impian orang-orang yang menyayangiku. Ya Allah, tolong wujudkan impianku menjadi kenyataan. Amin...