Assalamu'alaikum...

Assalamu'alaikum...

Saturday, March 17, 2012

Melejitkan Daya Ingat

Judul buku             Melejitkan Daya Ingat.                         
Genre                    Psikologi
Jumlah halaman     182 halaman
Pengarang              Dr. Muhammad as-Saqa'Ied
Penerbit                 Ziyad books


   Halo teman-teman, Pie kabare?
Semoga keadaan kalian baik-baik saja ya?
By the way...aku senang sekali akhirnya bisa kembali menulis resensi buku untuk katalog 'Resensi TSL' (The Secret Library).

Kali ini, buku yang akan aku ceritakan adalah buku terjemahan terbitan As'ad Publishing, Cairo-Mesir. Buku ini berkode 0001 di TSL dan resmi menjadi katalog buku TSL pada tanggal 02 Maret 2010. Awalnya yang membuat aku tertarik membaca buku ini adalah karena judulnya yang membuatku penasaran tentang daya ingat. Karena kebetulan sekali saat itu aku sedang sering terkena penyakit lupa. Mulai dari lupa yang sederhana sampai yang paling parah, yaitu lupa materi kulyahku.

Tanpa pikir panjang akupun meminjam buku itu untuk dibaca di kosku. Dan olala.....
Betapa terkesimanya aku tentang pengetahuan yang baru saja aku dapatkan dari buku ini. Buku ini sangat bagus dari segi penyampaiannya, karena menggunakan kalimat yang mudah dimengerti otak kita, terutama oleh otak para manusia awam yang tidak tahu apa-apa tentang otaknya sendiri (termasuk aku, hehe...). Setiap membaca bab demi bab dari buku ini membuat aku makin penasaran sekaligus geleng-geleng kepala karena  mendapat informasi baru tentang 'Apa itu daya ingat dan Otak?'. Benar-benar membuatku takjub.

Buku ini tidak hanya bagus dari segi penyampaiannya, tapi juga bagus dari segi referensi penyampaiannya. Buku ini juga mengambil firman-firman Allah dalam Al-Qur'an yang berkenaan dengan daya ingat. Dengan kata lain, buku ini mengkombinasikan antara firman Allah dan hasil penelitian sekarang ini, baik penelitian yang telah terbukti maupun masih berupa hipotesis.

Buku ini mencoba membuktikan bahwa apa yang terkandung dalam Al-Qur'an tentang daya ingat telah terbukti melalui penelitian sekarang ini. Tidak hanya itu, buku ini juga memberikan kita beberapa tips dalam melejitkan daya ingat dengan cara mengasah memori, juga memberitahu kita beberapa masalah yang terkait dengan daya ingat.

Intinya, ketika teman-teman membaca buku ini. teman-teman akan mendapatkan tiga pengetahuan sekaligus yaitu pengetahuan tentang Al-Qur'an yang terkait dengan daya ingat dan pengetahuan daya ingat dari segi ilmu kedokteran, juga beberapa daya ingat yang berhubungan dengan psikologi kita.
Pokoknya dijamin dech...., teman-teman gak bakalan rugi beli buku ini. Buku ini enak banget dibaca meskipun materi yang diusungnya adalah materi yang cukup berat karena banyak berhubungan dengan istilah-istilah asing dalam ilmu kedokteran.

Daripada berpanjang lebar, langsung aja dech beli bukunya. Oke..oke..oke...
Atau...
Jika kalian gak punya uang beli buku ini, kalian bisa baca kok di "THE SECRET LYBRARY" atau Perpustakaan Rahasia Pribadi milikku, tentunya setelah jadi member ya...
Eitsss...buku ini bagus banget lho...(menurut pendapatku, hehehe...^_^).....

Tuesday, January 10, 2012

Mengapa Saya Harus Berprestasi???


Betapa bodohnya aku.
Sudah 1 tahun sejak kematian ayahku.
Akhirnya aku baru menyadari kesalahanku.
Selama ini, kemana saja hati nuraniku?
Bodoh, aku sungguh manusia bodoh.

Film "I'm not stupid too 2" telah menyadarkanku, tentang...
betapa kejamnya diriku pada orang-orang yang menyayangiku, juga pada diriku sendiri.

Dulu, ketika aku masih sekolah, ayahku sangat bangga pada prestasi akademikku
Walaupun saat itu aku bukanlah sang juara pertama di sekolah, hanya menjadi juara dua...
Tapi walaupun begitu...
Ketika lomba dalam bidang  Sains diadakan di wilayahku, aku terpilih untuk mewakili sekolahku,
Sedangkan temanku yang mendapat juara pertama di sekolah mewakili lomba dalam bidang Sosial 

Hasilnya...
Dalam lomba tersebut aku keluar sebagai  juara pertama. Itulah awal mula aku mendapatkan beasiswa di kelas 4 SD dan beasiswa tersebut terus berlanjut sampai aku duduk di kelas 2 SMP seiring dengan nilai prestasi akademiku yang selalu memuaskan.

Masa-masa itu adalah masa yang paling membahagiakan ayahku. Ayahku selalu memuji prestasiku dan selalu memberiku semangat untuk menggapai cita-citaku.
Tapi sayang sekali, aku sangat bodoh. 
Bagiku saat itu, pujian adalah beban dan semangat adalah hal yang sangat melelahkan. Lama-lama pujian dan semangat yang selalu di ucapkan ayahku membuatku bosan. Aku lelah di puji, aku lelah di motivasi. 
Yang aku inginkan saat itu, aku ingin ayahku berhenti memujiku, berhenti memotivasiku. Aku ingin beliau diam, diam seolah-olah aku ini bukanlah anak yang membanggakan baginya. 

Niat itu mulai aku realisasikan saat aku mulai menginjak kelas 3 SMP. Saat itu aku mulai sengaja membiasakan diri untuk tidak belajar. Aku hanya belajar malam hari sebelum esok paginya ujian dilangsungkan. Jadi, ketika ujian tidak ada, aku tidak belajar. Dan cara itu sangat ampuh melumpuhkan kecerdasanku. Sedikit demi sedikit nilai-nilaiku mulai turun perlahan. Ketika pembagian raport, dulu ketika aku kelas 1 dan 2 SMP aku selalu mendapat rangking 1. Tapi saat kelas 3 aku menduduki juara 3 di kelas. Dan aku sangat enjoy dengan itu semua, tidak ada beban di pundakku. 

Namun tiba-tiba UAN SMP menyentakkanku. Aku mulai takut dengan nilai-nilai akademikku. Aku takut ketika UAN tidak bisa menjawab dan aku takut sekali tidak lulus UAN. Akhirnya aku mulai belajar lagi, tapi tidak belajar giat. Belajar ala kadarnya. Dan hasilnya...
Aku lulus UAN dengan nilai biasa-biasa saja. Walaupun begitu aku tetap merasa santai, tetap merasa tidak ada beban. Karena bagiku saat itu adalah, Yang terpenting lulus UAN dengan nilai murni, tanpa menyontek. Aku tidak butuh nilai tinggi tapi menyontek. Itulah prinsipku saat itu. Dan yang terpenting bagiku, tidak ada lagi ku dengar kalimat pujian dan motivasi dari ayahku.

Saat pulang dari pembacaan kelulusan SMP, ayahku terlihat kecewa tapi beliau tetap tersenyum padaku. Ucapan beliau yang masih aku ingat saat itu, "Ayah kira kamu dapat peringkat 10 besar, padahal ayah sangat berharap nama kamu disebutkan tadi.Tapi gak apa-apalah, masih ada waktu ketika SMA nanti".
Sekali lagi, aku memang anak yang tidak memiliki naluri. Mendengar ucapan ayahku itu bukan membuatku malu pada diriku sendiri atau menyadari kesalahanku. Malah sebaliknya, aku sangat senang karena telah berhasil membuat ayahku tidak lagi menyanjungku saat itu, tapi masih memotivasiku.

Ketika mendaftar ke SMA, ayahku mendaftarkanku ke SMA favorite sekaligus SMA yang terkenal telah berhasil mencetak generasi2 berprestasi. Tapi bisa dengan mudah di tebak, aku tidak lulus di SMA tersebut, karena NIM ku kurang satu digit dari NIM standar yang di tetapkan. Akhirnya ayahku memberikan 3 pilihan untuk SMA yang bisa ku pilih. 
Pilihan pertama adalah SMA favorite ke dua di kotaku, karena berdasarkan nilai NIM ku, aku dinyatakan Lulus disana.
Pilihan kedua adalah SMA yang sangat tidak favorite dan terkenal sebagai SMA yang tidak berprestasi, mereka menyebutnya SMA buangan. Di SMA itu aku dinyatakan lulus berdasarkan nilai test akademik dan nilai NIMku.
Pilihan ke tiga adalah SMK jurusan komputer di wilayahku yang kebetulan saat itu baru didirikan atau sekolah baru. Di SMK itu aku dinyatakan lulus tanpa test karena masih kekurangan  siswa.

Untuk memilih itu, aku tidak memerlukan waktu lama untuk berpikir. Aku langsung memilih pilihan kedua. Alasanku memilih itu sangat standar, yaitu agar aku tidak berprestasi lagi, sehingga benar2 tidak akan pernah ada lagi pujian dan motivasi. Ketika memilih SMA itu banyak sekali ejekan dan celaan dari para tetangga. Tetapi ada pula tetangga yang prihatin dengan pilihanku itu, saking prihatinnya mereka sampai datang ke rumahku untuk menawarkan diri membantuku agar bisa masuk SMA favorite no 1 di kotaku itu. Tapi bantuan itu aku tolak. Saat itu di otakku yang terlintas hanyalah pikiran bahwa "aku lelah jadi anak pintar dan cerdas, aku ingin merasakan jadi anak bodoh".

Ketika aku baru memasuki SMA, SMA ku mengadakan percepatan kelas, dimana kita bisa menempuh SMA hanya dalam waktu 2 tahun. Namun untuk bisa memasuki kelas percepatan tidaklah mudah, hanya siswa2 berprestasi saja yang terpilih. Ntah kenapa saat itu, aku ingin sekali terpilih sebagai siswa yang bisa menempuh SMA dalam waktu 2 tahun. Akhirnya, aku putuskan untuk giat belajar lagi. Setiap hari aku belajar, belajar dan belajar. 
Hasilnya...
Saat memasuki semester 2 atau setelah keluarnya nilai akademik semester 1, aku terpilih sebagai salah satu siswa yang mengikuti kelas percepatan. Selama semester 2 kami mengikuti pelajaran tambahan untuk pelajaran kelas 2 SMA khususnya pelajaran umumnya, karena belum pembagian jurusan. Jadi, bisa dikatakan, kami belajar pelajaran kelas 1 dan kelas 2 SMA sekaligus saat itu.

Semester 2 berakhir, dan pembagian jurusan dilakukan. Di SMA ku yang menentukan jurusan adalah sekolah berdasarkan nilai akademiknya. Tapi jika kita mendapat jurusan IPA, kita memiliki hak istimewa yaitu bisa pindah jurusan ke IPS atau Bahasa. Tapi jurusan IPS dan Bahasa tidak bisa pindah ke IPA. Dan jurusan IPS juga bisa meminta pindah jurusan ke Bahasa, tapi Bahasa tidak bisa pindah ke IPS.
Saat pembagian jurusan, aku mendapat jurusan IPA. Dimana jurusan IPA hanya 1 kelas, jurusan IPS 3 kelas dan bahasa 1 kelas.
Namun saat-saat dimana pembagian jurusan telah diumumkan bagiku adalah waktu yang sangat menyakitkan. Karena saat itu juga di umumkan bahwa kelas percepatan dibatalkan oleh pihak sekolah. 
Saat itu terasa semua jerih payahku musnah, cita-citaku hilang, yang ada hanyalah rasa kecewa yang amat sangat  terhadap sekolahku. 

Itulah awal mula, aku merasa jadi orang berprestasi itu tidak ada gunanya di SMAku. Aku bahkan berpikir, sungguh bodoh diriku mengharap bisa mendapatkan kelas percepatan di SMA yang terkenal sebagai SMA payah. Saat itu juga aku mulai malas belajar, belajar hanya ketika akan ujian saja. Alhasil, nilai akademikku turun drastis.

Ketika hasil akademik semester 1 untuk kelas 2 SMA dibagikan, secara tiba-tiba sekolahku mengumumkan bahwa kelas percepatan akan diadakan mulai semester 2. Dan yang terpilih hanyalah siswa berprestasi yang mendapat nilai akademik terbaik di sekolah untuk semester 1 ini. Kemudian nama2  siswanya diumumkan. 
Saat mengetahui itu semua, rasa kecewaku pada SMAku berubah jadi rasa benci, aku merasa di tipu mentah-mentah oleh sekolahku sendiri. 

Saat itu juga aku mulai muak untuk belajar. Aku tidak pernah mau belajar lagi. Aku hanya belajar ketika hari ujian saja. Hasilnya...
Nilai akademikku hancur total. Itulah pertama kalinya aku mendapat rangking 0 selama sekolah sejak SD sampai SMA. Sejak semester 2 kelas 2 SMA sampai semester 1 kelas 3 SMA aku tidak mendapatkan rangking. Itulah pertama kalinya aku merasakan menjadi  siswa yang di cap "siswa bodoh". Sampai-sampai salah satu teman SMP ku yang kebetulan satu SMA denganku mengatakan padaku, "Mana dirimu yang dulu...?, yang pintar, yang berprestasi itu?" ucapnya sambil geleng-geleng kepala.

Tapi sekali lagi, aku tidak malu dengan itu semua. Bagiku, berprestasi tak ada gunanya.
Namun saat menjelang UAN SMA rasa takut mulai menghinggapiku, aku takut tidak lulus. Sekali lagi aku mulai giat belajar.
Hasilnya...
Aku lulus UAN dan UAS dengan nilai yang cukup. Dan aku akhirnya bisa mendapatkan rangking kembali, walupun hanya rangking 7.
Ketika akan melanjutkan sekolahku ke perguruan tinggi [PT], aku memutuskan untuk melanjutkan ke Universitas di Pulau Jawa. Ayahku setuju, kakakku setuju, tapi ibuku menentang dengan keras dengan alasan karena aku cewek. 
Akhirnya aku terpaksa mendaftar diri di Universitas Mataram [Unram] yaitu salah satu universitas negeri di provinsi ku. Dan di STKIP swasta. 
Hasilnya...
Aku tidak lulus Ujian SNMPTN. Aku kecewa sekali, sampai menangis. Namun aku lulus di STKIP swasta trsbt. Tapi aku katakan pada orangtuaku bahwa aku tidak pernah tertarik menjadi guru, karena aku lebih suka dunia seni. Aku ingin menjadi arsitek bukan guru.
Itulah masa sulit bagiku, masa-masa dimana yang ada hanya kekecewaan, dan air mata. 
Namun suatu hari aku bermimpi, aku bermimpi diajak jalan-jalan oleh seorang cwok seumuranku, dia mengajakku berjalan2 melewati banyak jalan hingga akhirnya aku sampai di depan bangunan besar. Aku bertanya, pada cwok itu, "Tempat apa ini?", cwok itu menjawab bahwa ini adalah Universitas Mataram, tempat aku kuliah. Kemudian aku bilang pada cwok itu, "tidak mungkin! karena aku sudah dinyatakan tidak lulus di Unram". Cwok itu cuma diam. Tiba-tiba aku bangun dari tidurku.
Dua hari setelah itu, tiba-tiba di koran aku temukan iklan Unram bahwa Unram mnerima mahasiswa baru untuk jalur Reguler Sore. Kebetulan jurusan yang aku inginkan ada disana yaitu jurusan Teknik Sipil. Sebenarnya aku tidak berminat di jurusan Teknik Sipil, tapi yang aku mau adalah jurusan Arsitek. Tapi karena jurusan Arsitek tidak ada di Lombok, akhirnya aku pilih jurusan Teknik Sipil, karena hanya jurusan teknik sipllah yang agak mirip arsitek. Akupun belajar giat agar bisa lulus.
Hasilnya...
Aku lulus.
Tpi ketika sudah mengikuti perkuliahan Teknik Sipil, aku baru tahu ternyata teknik sipil dan arsitek jauh berbeda. Ternyata lulus jalur Reguler Sore/ Tes Mandiri memiliki banyak tantangan. 
Awal perkuliahan membuatku terkejut dengan semua mata kuliah hitungannya. Kuliah di Teknik  membuatku stress, aku hampir saja memutuskan  akan pindah ke jurusan ekonomi. Tapi mamaku tidak setuju. Akhirnya aku terpaksa bertahan di Teknik.
Beberapa bulan berlalu, inilah masa dimana pertama kalinya aku mau pacaran, karena dari SD sampai SMA aku tidak pernah  pacaran. Selama pacaran, 3 mantan pacarku adalah anak unram, 1 anak jawa, dan 1 nya lagi anak lombok yg kuliah di jawa.
Mntan yang paling menyebalkan dan paling ku benci adalah mantanku yang anak lombok tpi kuliah djawa.
Dia selalu mengejekku ketika tahu aku mahasiswa reguler sore di Unram. Dia seolah-olah menganggap bhwa semua anak reguler sore itu bodoh. Tidak hanya itu, dia juga sombong sekali. Aku benci dia.

Hingga akhirnya berita duka itu menimpa keluargaku,
Ayahku meninggal dunia di RSU...
Tepat saat UAS semester 4 baru saja usai...

Hingga akhirnya aku menonton film"I'm not stupid too 2" malam ini.
Air mataku terus mengalir menyaksikan film tersebut.

Akhirnya aku tersadar akan semua pola pikirku yang slah selama ini.
Aku menyesal sekali baru mnyadarinya sekarang.
Menyadarinya ketika ayahku telah meninggalkanku.
Menyadari betapa aku rindu pujian dan motivasi darinya.
Aku menyesal sungguh menyesal.
Betapa bodoh, egois dan tidak bersyukurnya aku dulu.

Tapi tidak ada kata terlambat untuk kebaikan.
Aku melihat diriku seperti Chenchai dalam film tersebut.
Aku berjanji,
Mulai sekarang aku akan berusaha untuk  berprestasi lagi,
Walaupun ayahku sudah tidak ada di dunia fana ini
Tapi aku yakin, Tuhan akan memperlihatkan prestasiku pada ayahku yang berada di dunia sana.

Aku pasti bisa!
Akan kubuktikan!
Aku bisa menjadi manusia berprestasi!
Aku pasti bisa menjadi Arsitek!
Aku pasti bisa menjadi Ahli struktur bangunan!
Aku pasti bisa ke Jepang!

Dan buat mantanku  yang dulu merendahkanku dan menertawakanku
Silahkankan tertawa sesuka hatimu!

Dan buat ayahku, dan orang2 yang menyayangiku
Terima kasih atas motivasinya
Aku akan berusaha mendapatkannya!

Untuk ayahku,
Maafkan kesalahanku yg tidak pernah menghargai pujian dan motivasi darimu...
Aku sangat rindu ayah...

_________________________
_________________________

Dan inilah kata-kata kak 'Danang Si Pembuat Jejak' yang sudah menjawab pertanyaanku tentang PRESTASI,

APA ITU PRESTASI ???
Prestasi adalah perubahan menuju sesuatu yang lebih baik dari kondisi sebelumnya.

MENGAPA SAYA HARUS BERPRESTASI ???
Agar saya bisa lebih bermanfaat bagi orang lain.



Sunday, 08 January 2012